Visi & Misi

VISI :

NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI 

MELALUI POLA PEMBANGUNAN SEMESTA BERENCANA DI KABUPATEN TABANAN 

MENUJU TABANAN ERA BARU : AMAN, UNGGUL, MADANI (AUM)

 

Visi tersebut bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Tabanan beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Tabanan yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945 serta tata Kelola pemerintahan yang transparan, jujur, lurus, responsif, akuntabel dan melayani dalam rangka mewujudkan masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). 

Tabanan Aman, Unggul dan Madani dimaknai sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan menjamin rasa aman bagi setiap individu menjalankan swadarmanya,   meningkatkan daya saing daerah serta menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan srada, ilmu, dan teknologi yang berperadaban. Tabanan Aman, Unggul dan Madani meliputi 3 (tiga) dimensi utama yaitu :

A. Dimensi Pertama: terpeliharanya keseimbangan Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali (Genuine Bali) 

1) Alam Tabanan :

  1. Memelihara dan melestarikan keagungan, kesucian, dan taksu Alam Tabanan; tempat-tempat suci, laut, danau, sungai, sumbermata air lain, gunung, hutan, tumbuh-tumbuhan (pertanian dan perkebunan), dan lingkungan alam secara niskala dengan melaksanakan Upakara/Upacara Pakertih Yadnya secara periodik, yaitu: Atma Kertih, Segara Kertih, Wana Kertih, Danu Kertih, Jana Kertih dan Jagat Kertih. 
  2. Sedangkan secara sakala, upaya memelihara dan melestarikan Alam Tabanan dilaksanakan dengan regulasi, kebijakan, dan program untuk konservasi alam: perlindungan tempat-tempatsuci, laut, danau, sungai, sumbermata air lain, gunung, hutan, tumbuh-tumbuhan (pertanian dan perkebunan), dan lingkungan alam sehingga Alam Tabanan menjadi hijau, indah, dan bersih.

 

2) Krama Tabanan: 

  1. Mengembangkan tata kehidupan Krama Tabanan berdasarkan nilai-nilai filsafat Sad Kertih baik secara sakala maupun niskala: AtmaKertih, Danu Kertih, WanaKertih, SegaraKertih, Jana Kertih, dan Jagat Kertih. 
  2. Mengembangkan jatidiri, integritas, dan kualitas Krama Tabanan sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat, agama, tradisi, seni, dan budaya, serta kearifan local masyarakat Tabanan, yaitu: Pertama, tampilnya jati diri dalam bentuk rasa syukur, bahagia, dan bangga dilahirkan sebagai orang Bali; Kedua, tampilnya integritas dalam bentuk karakte positif, etika, moralitas, kejujuran, disiplin, ketekunan/keuletan, dan kecintaan dalam setiap aktvitas kehidupan; Ketiga, tampilnya kualitas Krama Tabanan dalam bentuk kompetensi, profesional, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing dengan semangat pantang menyerah. 

3) Kebudayaan Bali: 

  1. Memajukan Kebudayaan Bali dari hulu sampai kehilir yang meliputi: adat istiadat, agama, tradisi, seni, dan budaya, serta kearifan lokal Bali melalui upaya pelindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan obyek pemajuan kebudayaan. 
  2. Menjadikan Kebudayaan Bali sebagai hulu pembangunan Tabanan yang menjiwai segala aspek pembangunanTabanan; 
  3. Mengarusutamakan budaya dalam berbagai aspek pembangunan Tabanan. 
  4. Menjadikan Kebudayaan Bali sebagai basis dan pilar utama pembangunan perekonomian masyarakat Tabanan.

B. Dimensi Kedua, terpenuhinya kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama dalam berbagai aspek kehidupan

  1. Terpenuhinya kebutuhan dasar : pangan, sandang, papan, air, listrik, kesehatan, dan pendidikandalamjumlah dan kualitas yang memadai. 
  2. Terpenuhinya jaminan sosial dan perlindungan tenaga kerja Krama Bali. 
  3. Terpenuhinya kebutuhan pelayanan dalam pelaksanaan kehidupan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya bagi Krama Bali: sarana-prasarana, transportasi, dan infrastruktur dalam jumlah dan kualitas yang memadai. 
  4. Terpenuhinya pendapatan per kapita, dan tersedianya lapangan kerja sesuai dengan kebutuhan bagi Krama Bali. 
  5. Terpenuhinya rasa aman dan nyaman kehidupan Krama Bali.

C. Dimensi Ketiga, memiliki kesiapan yang cukup (suatu manajemen resiko) dalam mengantisipasi/menghadapi munculnya permasalahan dan tantangan baru, dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negative terhadap kondisi di masa yang akan datang. 

  1. Penguatan dan pelembagaan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya agar tetap kokoh. 
  2. Pengarus utamaan sumberdaya lokal Bali dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam pengembangan dan pengelolaan perekonomian. 
  3. Peningkatan daya saing Krama Bali. 
  4. Membangkitkan kembali rasa jengah sebagai orang Bali dan rasa tindih terhadap Bali. 
  5. Memperkuat rasa kebersamaan, budaya gotong royong, dan sikap-sikap kolektif  Krama Bali.

 

 

Misi

 

“Pembangunan yang Berorientasi pada Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat dengan Menjamin Hak Setiap Rakyat melalui Jalan Tri Sakti (Berdaulat dalam Bidang Politik, Berdikari dalam Bidang Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Bidang Kebudayaan) atas :

  • Pangan, Sandang, Dan Papan 
  • Pendidikan Dan Kesehatan
  • Jaminan Sosial, Dan Ketenagakerjaan 
  • Adat, Tradisi, Seni, Dan Budaya
  • Pariwisata

 

 

Asta Program  

 

Asta Program merupakan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Tabanan dari visi dan misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih yaitu Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. dan I Made Edi Wirawan, S.E. sebagai pedoman dan bintang pemandu dalam melaksanakan tugas-tugas selaku Kepala Daerah periode tahun 2021-2026. Perencanaan pembangunan dengan Asta Program memiliki nilai dan arti strategis dalam rangka mengemban amanat penderitaan rakyat Tabanan untuk menuju kepada kesejahteraan rakyat Tabanan sehingga mampu menjamin hak-hak rakyat didalam menjalani perikehidupan di Kabupaten Tabanan. Asta Program dijabarkan atas:

 

  1. Pembangunan Berbasis Riset Dan Inovasi Daerah 

    Menyusun, menetapkan, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembangunan Tabanan dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, yang berlandaskan pada riset dan inovasi daerah, dengan tetap berpijak pada Nangun Sat Kerthi Loka Bali, untuk mengoptimalkan potensi ekonomi menjadi kekuatan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan, kedaulatan, persatuan dan kesatuan, pertahanan dan keamanan Tabanan, serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat Tabanan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  2. Reformasi Birokrasi

    Menjalankan reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintah yang stabil, efektif dan efesien dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan, serta melayani masyarakat Tabanan.

  3. Pembangunan Rohani Dan Jasmani Yang Sehat Dan Kuat

    Menjalankan pembangunan rohani dan jasmani yang sehat dan kuat dengan mengutamakan kesadaran hidup yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan menjamin kemerdekaan penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing, dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

  4. Pembangunan Ekonomi Yang Berkeadilan Sosial

    Menjalankan pembangunan ekonomi yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip Demokrasi Ekonomi Pancasila dengan membuka ruang partisipasi rakyat Tabanan, serta mendorong keterlibatan swasta agar mampu berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi rakyat Tabanan

  5. Pembangunan Hukum Yang Berkeadilan

    Menjalankan pembangunan politik hukum untuk menjamin penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan publik dengan melakukan evaluasi, harmonisasi, dan sinkronisasi terhadap seluruh produk peraturan perundang-undangan (undang-undang, Perda Provinsi Bali, Peraturan Gubernur, Perda Kabupaten Tabanan dan Peraturan Bupati) agar sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika

  6. Pembangunan Kesejahteraan Rakyat

    Menjalankan pembangunan yang berorientasi pada terwujudnya kesejahteraan rakyat dengan menjamin hak setiap rakyat Tabanan atas: sandang, pangan dan papan; pendidikan dan kebudayaan; kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial; kehidupan sosial, perlindungan hukum dan hak azasi manusia; infrastruktur dan lingkungan hidup yang baik dan aman.

  7. Pembangunan Industri Berbasis Potensi Lokal

    Menjalankan pembangunan bidang industri yang melibatkan seluruh rakyat Tabanan, sesuai dengan potensi Kabupaten Tabanan, dengan mengakui, menghormati, mengembangkan, dan melestarikan keankearagaman pengetahuan tradisional, kerarifan lokal, sumber daya hayati dan nirhayati, serta budaya sebagai bagian dari identitas Tabanan untuk memperkuat ekonomi Tabanan agar mampu berdikari dalam membiayai pembangunan di bidang kesejahteraan rakyat, dengan prioritas pembangunan bidang industri meliputi: 

    a. industri sandang, pangan dan papan;

    b. industri energi, khususnya energi terbarukan;

    c. industri kesehatan, farmasi dan obat-obatan tradisional; 

    d. industri pariwisata

     

    Asta Program diintegrasikan ke dalam urusan pemerintahan Kabupaten Tabanan dan selanjutnya dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah secara disiplin, taat, patuh, dan bertanggung jawab menuju efektivitas dan efisiensi kepemerintahan. Urusan pemerintahan tersebut terdiri dari Urusan Pemerintahan Wajib terkait dengan Pelayanan Dasar, Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar, dan Urusan Pemerintahan Pilihan.

     

    Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar meliputi: 

    1. pendidikan;
    2. kesehatan;
    3. pekerjaan umum dan penataan ruang; 
    4. perumahan rakyat dan kawasan permukiman;
    5. ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; 
    6. sosial. 

     

    Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar meliputi: 

    1. tenaga kerja; 
    2. pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak;
    3. pangan; 
    4. pertanahan; 
    5. lingkungan hidup; 
    6. administrasi kependudukan dan pencatatan sipil; 
    7. pemberdayaan masyarakat dan Desa; 
    8. pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
    9. perhubungan; 
    10. komunikasi dan informatika; 
    11. koperasi, usaha kecil, dan menengah; 
    12. penanaman modal; 
    13. kepemudaan dan olah raga; 
    14. statistik; 
    15. persandian; 
    16. kebudayaan; 
    17. perpustakaan; 
    18. kearsipan. 

     

    Urusan Pemerintahan Pilihan : 

    1. kelautan dan perikanan; 
    2. pariwisata; 
    3. pertanian; 
    4. kehutanan; 
    5. energi dan sumber daya mineral; 
    6. perdagangan; 
    7. perindustrian; 
    8. transmigrasi.

     

    Keseluruhan urusan pemerintahan tersebut harus terwadahi dalam organisasi perangkat daerah. Sedangkan bentuk dan susunan organisasi perangkat daerah perlu dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam mengemban misi serta mewujudkan visi.

0
0
0
s2sdefault
Copyright © 2021 Pemerintah Kabupaten Tabanan