Rabies

  • Dibaca: 5388 Pengunjung
Rabies
  1. Family  Rhabdovirus, genus  Lyssavirus.
  2. Diameter :  200 x 80  nm,   berbentuk seperti  peluru.
  3. Virus terdiri dari  RNA  rantai tunggal,  dikelilingi oleh kapsid.   RNA + Kapsid         “ Ribonucleocapsid “
  4. Diluar ribonucleocapsid  terdapat “ Kapsomer “.
  5. Disebelah luar kapsomer terdapat  “ Envelope “ yang mengandung  lipid berduri (spike).
  6. Infektivitas ditentukan oleh  Envelope.
  7. RNA & Nucleocapsid  :  tidak infektif.

Dan mempunyai Struktur  Antigen  Terdiri   Dari  2  Major  Antigen

  1. Glycoprotein antigen ® meng- induce terbentuknya virus neutralizing antibodies dan protektif terhadap virus rabies
  2. Nucleoprotein antigen ® bersifat group spesifik antigen, tetapi tidak mempunyai aktivitas menimbulkan immunitas thp virus rabies.

Manifestasi  Klinis yang diderita pasien akan tampak sebagai berikut:

1.  Stadium  prodromal

Tidak khas, seperti infeksi virus lainnya, a.l.  :

Demam, sakit kepala, malaise,  anoreksia, nausea, dsb.

2.  Stadium sensoris

Biasanya nyeri tekan didaearah luka gigitan, paraesthesia, panas, gugup, anxietas, hypertonus sympatis: hyperhydrosis, hypersalivasi, hyperlacrimasi, dilatasi pupil.

3.  Stadium eksitasi

Penderita gelisah, kaget-kaget, setiap ada rangsangan dari luar kejang-kejang, sehingga terjadi Aerophobia, Fotophobia, Hydrophobia, dsb. Hydrophobia ® patognomonik untuk rabies pada manusia. Kesadaran tetap baik.

4.   Stadium paralitic

Bila ke 3 stadium dapat dilalui, maka penderita dapat masuk ke stadium paralitic dengan gejala/tanda paralysis  ascenden yang progresif  (Landry type).

Namun demikian stadium-stadium diatas sulit dibedakan, karena dura-

tion of Illness  sangat singkat.

Yang kemungkinan tampak jelas umumnya :

  1. Nyeri pada bekas luka gigitan
  2. Hydrophobia
  3. Aerophobia
  4. Photo phobia
  5. Takut suara keras

 

Gejala-gejala  rabies:

Perubahan tingkah laku hewan

–        Dari jinak menjadi ganas

–        Tak ingat pulang

–        Liar menjadi berani dengan orang

–        Ekor dilengkungkan di bawah perut

Kejadian seperti di atas, sering tidak disadari pemilik hewan.

 

Rabies  tipe ganas

  1. Galak
  2. Agresif ( Mengejar segala benda/orang yang bergerak )
  3. Menggigit dan menelan segala macam barang
  4. Air ludah ‘mengalir’
  5. Meraung-raung

Rabies tipe tenang

1. Lumpuh
2. Bersembunyi di tempat gelap
3. Kejang
4. Susah bernafas
5. Masih ‘galak’

Virus ini dapat menulari manusia apabila;

1. Orang yang tergigit dapat selamat jika cepat diobati

2. Gigitan atau cakaran

3. Jilatan pada luka

 

Penanganan Luka Gigitan

Pertama-tama  yang  harus  dilakukan :

  1. Bila terjadi kasus gigitan hewan tersangka/rabies, segera dilakukan wound toilet yaitu pencucian luka gigitan dengan sabun/detegent  atau pelarut lemak lain dengan air mengalir selama 10 – 15 menit, kemudian diberi antiseptik alkohol 70%, betadin, dll), lalu segera dibawa ke “ Rabies Center “ utk pengobatan selanjutnya.
  2. Luka gigitan tidak boleh dijahit, bila sangat diperlukan  lakukan jahitan situasi dan SAR.
  3. Berikan pengobatan sesuai dg kaidah pengobatan luka pd ilmu bedah  (ATS, AB, Analgetik, dsb).

VAR  Yang  Dipakai  Dalam  Program :

  • PVRV  (Verorab®).
  • Metoda pemberian :   2-1-1 (Zagreb Method)  yaitu

Hari ke nol (0)  0,5 ml  im  disuntikkan di regio deltoid kanan &  0,5 ml  im di regio deltoid kiri dlm waktu bersamaan.

  1. Hari ke 7,  0,5  ml  im  di regio deltoid.
  2. Hari  ke 21,    0,5  ml   im  di regio  deltoid.

Luka yang diakibatkan oleh gigitan anjing

  • Luka resiko tinggi adalah : jilatan/luka pada mukosa, luka diatas daerah bahu (muka, kepala, leher), luka pada jari tangan/kaki, genetalia, luka yang lebar/dalam dan luka yang banyak (multipel)
  • Luka resiko rendah adalah : jilatan pada kulit luka, garukan atau lecet (erosi, ekskoriasis), luka kecil sekitar tangan, badan dan kaki.

Pre  Exposure  Immunization  :

  1. PVRV  (Verorab®)  à

1.   0,5 ml  im/sc  di regio deltoid pd hari ke  0.

2.   dilanjutkan  0,5  ml im/sc di region deltoid  juga, hari ke 28.

3.   diulang  sesudah 1  tahun.

4.   kemudian  diulang setiap 3  tahun.

  1. Diberikan kepada  high risk group  :  dokter & paramedis yg merawat pdrt rabies, drh praktek , petugas lab diagnostik rabies, vaksinator  hewan.

Penanganan  Penderita  Rabies :

  1. Petugas yang merawat, harus memakai Personal Equipment Protection (PPE) untuk mencegah kontaminasi percikan air liur penderita.
  2. Obat yg tepat untuk penderita rabies belum ditemukan,  mengakibatkan angka kematiannya 100%,  wajib  bagi para dokter dan paramedis merawat sebaik mungkin.
  3. Pengobatan bersifat symptomatis & supportif guna mengurangi penderitaan yang meliputi :
    1. Ditempatkan diruang Isolasi khusus.
    2. IVFD (utk pemberian obat2 an, glucosa, elektrolit, dsb).
    3. Bila pndrt gelisah dan kejang2, beri  minor tranquilizer (diazepam, dsb)
    4. Bila kesulitan bernafas krn spasme otot pernafasan à pertimbangkan tracheotomy.
    5. Digitalisasi bila terjadi heart failure.
    6. Dsb.

Kejadian Rabies di Tabanan

  • Kasus pertama di Bali ditemukan di kabupaten badung (desa Ungasan).
  • Saat ini kabupaten tabanan sudah berstatus tertular.
  • Kasus pertama pada manusia di tabanan terjadi di ds Buahan, kec. Tabanan
  • Hasil lab. Positif pada anjing asal ds. Subamia kec. Tabanan

Tindakan mencegah penyebaran rabies di kabupaten Tabanan

1. Sosialisasi tentang kewspadaan terhadap penyakit rabies

2. Eliminasi ajing tanpa pemilik sebanyak 822 ekor

3. Vaksinasi anjing sebanyak 447 ekor

4. Penutupan sementara pemasukan dan / atau pengeluaran anjing, kucing, kera dan hewan sebagngsanya dari dan atau ke kabupaten Tabanan yang ditetapkan dengan peraturan bupati.

5.Pendataan anjing lokal dan anjing ras, dengan populasi anjing di kabupaten Tabanan berjumlah 37.680 ekor untuk anjing lokal dan 338 ekor untuk anjing ras.

 

No

Kecamatan

Anjing lokal

1

Baturiti

4257

2

Penebel

3025

3

Marga

1582

4

Kediri

7125

5

Tabanan

4185

6

Kerambitan

1660

7

Selemadeg timur

3674

8

Selemadeg

2079

9

Selemadeg barat

4650

10

Pupuan

5443

Jumlah

37.680

 

Cara mencegah rabies

  • Hindari
  • Laporkan
  • Ikat/kandangkan
  • Vaksin
  • Kenali hewan – hewan tersangka rabies

Jika digigit atau dicakar anjing atau kucing atau hewan yang dapat menularkan rabies

  • anjing yang menggigit diikat, dionservasi selama 10-14 hari
  • mencuci luka gigitan dengan sabun pada air mengalir minimal 5 menit dan atau diolesi iodium tincture atau povidone iodine atau sejenisnya
  • segera berobat ke Puskesmas/klinik/dokter
  • Virus rabies mudah dimatikan dengan dengan sabun, alkohol, yodium

Pesan

  • Komitmen bersama dan dukungan semua pihak secara serius sangat penting untuk memberantas rabies
  • Adanya peningkatan pemahaman dari  pemerintah (eksekutif dan legislatif) serta masyarakat terhadap bahaya rabies merupakan modal utama dalam menuju bebas rabies
  • Jika menemukan anjing, kucing, kera dan hewan sebangsanya yang menunjukkan gejala rabies segera laporkan ke dinas peternakan kabupaten tabanan (tlp.811023) atau ke petugas peternakan kecamatan terdekat.
  • Sebarkan informasi ini kepada masyarakat sekitar.
  • Virus berpindah dari tempat gigitan ke otak

Berapa lama anjing dan orang mulai sakit setelah digigit?

a.  7 hari sampai bertahun-tahun!

b.  Rata-rata 14-90 hari

Manusia tertular rabies karena gigitan bukan disebabkan  karena jilatan binatang.

Pencegahan dan pengendalian rabies berdasarkan program pemerintah kab. Tabanan

  • Penutupan wilayah
  • Pemantauan
  • Pelacakan
  • Pengurangan jumlah anjing liar/jalanan
  • Vaksinasi
  • Pelibatan warga masyarakat

Untuk hal tersebut masyarakat diminta untuk;

  • dukung pemerintah
  • kenali, hindari, laporkan, ikat, dan vaksin

Kenali

Kenali hewan-hewan tersangka rabies

Gejala rabies

Menunjukkan perubahan tingkah laku (misalnya dari jinak menjadi galak, dari liar menjadi jinak/berani dekat orang; berjalan jauh dan tidak pulang, dlsb).

Menggigit/memakan/menelan barang-barang yang tidak lazim (misalnya batang kayu, sandal, karet ban, dlsb)

Keluar air ludah berlebihan

Meloncat-loncat seperti menangkap lalat

Hindari

Hindari terlalu dekat dengan anjing, kucing, dan kera jika anda tinggal di daerah tertular atau dekat daerah tertular

Jangan biarkan anak-anak bermain-main dengan anjing, kucing, dan kera

Pesan untuk anak-anak,jangan mengganggu anjing yang;

Sedang tidur

Sedang makan

Sedang beranak

Diikat di pintu gerbang

Hindari anjing liar/anjing jalanan

Jika ada yang mendekati

Tetap tenang

“berdiri seperti pohon atau diam seperti batu”

Laporkan

Laporkan segera kepada kepala desa jika ada anjing, kucing, dan kera yang diduga sakit rabies dan orang yang tergigit anjing jika anda tinggal di daerah tertular atau daerah yang berbatasan dengan daerah tertularJika anjing mati, jangan ditanam dulu sebelum diperiksa petugas

Vaksin

Mintalah kepada petugas dinas peternakan untuk memvaksin anjing dan kucing anda

Vaksin akan melindungi hewan dari penyakit rabies dan memutus rantai penularan virus

Ikat

Ikat atau kandangkan anjing, kucing, dan kera

Rawat dengan baik dan beri makan yang cukup

Jangan biarkan anjing dan kucing anda berkeliaran

Jangan membawa anjing, kucing, dan kera keluar dari kawasan tertular (Pemusnahan tidak akan dilakukan pada hewan yang dipelihara dengan baik)

 

* Artikel ini disadur dari pemaparan dan presentasi yang dilakukan oleh dinas perternakan kab Tabanan dan dinas Kesehatan Kab. Tabanan

  • Dibaca: 5388 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya